Jurnalisme Sastra dalam Penulisan Buku Biografi

By | 04/04/2016

Jurnalisme Sastra dalam Penulisan Buku Biografi

Pentingnya penulisan buku biografi bagi seorang tokoh maupun bagi publik, seringkali tidak diikuti dengan proses dan gaya penulisan yang memadai. Banyak biografi yang ditulis dengan gaya penulisan yang berat dan membosankan, sehingga orang menjadi malas untuk membaca. Apalagi anak-anak muda jarang yang mau baca biografi, padahal banyak pelajaran penting yang bisa diambil.

Di sisi lain, tidak sedikit juga buku biografi yang “tidak jujur” karena hanya disiapkan sebagai strategi pencitraan semu sang tokoh. Sisi-sisi hidup yang ditampilkan dalam biografi cenderung hanya menampilkan sisi baik dengan pujian yang berlebihan dari tokoh yang ditulis. Padahal, publik sudah semakin cerdas untuk membedakan dan mengelaborasi fakta.

Penulisan buku biografi dengan gaya jurnalisme sastra dapat menjadi alternatif untuk mengatasi berbagai persoalan di atas. Penulisan dengan perspektif jurnalisme secara sederhana dipahami sebagai penulisan yang berdasarkan fakta.

Fakta dikumpulkan secara objektif, dipilah dan dianalisis, hingga dikonstruksi dalam bentuk kisah yang menarik. Penyajian fakta dari kehidupan seorang tokoh, dengan sejauh mungkin mengeliminir opini atau penilaian subjektif, akan membuat kisah hidup itu menjadi lebih jujur.

Jurnalisme yang menomorsatukan fakta itu kemudian diramu dengan gaya penulisan sastra yang mengedepankan keindahan bahasa. Jadilah perpaduan sajian fakta yang terverifikasi dan bahasa sastra yang indah, menjadikan buku biografi menjadi bacaan yang jujur dan enak untuk dinikmati.

Inilah yang menjadi inti jurnalisme sastra dalam penulisan buku biografi. Sang tokoh dan publik akan sama-sama mendapatkan keuntungan dari buku biografi seperti ini.

Kata terkait:

contoh biografi penulis, penulis biografi, penulis buku biografi, buku biografi, buku biografi tokoh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *