Biografi Penulis Buku Indonesia

| Jasa Penulisan Buku Biografi | Mengemas Kisah Hidup dengan Jurnalisme Sastra | "Appreciate Your Life Story" |

Biografi Penulis Buku Indonesia

Biografi Penulis Buku Indonesia

Biografi Penulis Buku Indonesia

@subhanafifi

 

Menulis buku adalah bagian dari amal sholih untuk menyebarluaskan kebaikan. Mengikat ilmu adalah dengan menuliskannya. Usia yang relatif pendek dari seorang anak manusia, bisa “diperpanjang” dengan menulis buku. Umur dunia, bisa saja terputus dengan kematian, tetapi ilmu yang bermanfaat, salah satunya dalam bentuk buku yang ditulis, akan membuat penulisnya seolah hidup dengan kebaikan yang terus mengalir dari karyanya. Menarik untuk mencermati bagaimana biografi para penulis buku di Indonesia. Sebagai motivasi untuk diri, agar semangat menulis buku tetap terjaga.

Biografi Penulis Buku Indonesia

Biografi Penulis Buku Indonesia

Buya Hamka adalah salah seorang ulama sekaligus penulis buku Indonesia terkemuka. Hamka, alias Haji Abdul Malik Karim Amrullah, adalah nama yang menunjukkan teladan dalam banyak hal, mulai dari keistiqomahan dalam berjuang, hingga konsistensi memegang teguh prinsip hidup. Termasuk juga teladan untuk tetap produktif menulis dalam semua keadaan.

Lihatlah bagaimana kiprah beliau sebagai seorang ulama dan pejuang beberapa zaman sekaligus. Betapa sibuk dan berbarokahnya waktu yang beliau jalani, sehingga beragam agenda perjuangan dapat dilalui dengan bermakna. Buya Hamka pernah menjadi Konsul Muhammadiyah Sumatera Timur (1943-1947), Ketua Front Pertahanan Nasional (1947-1949), Pegawai Tinggi di Kementerian Agama Republik Indonesia (1951-1960), dan anggota Dewan Konstituante (1955-1957), juga menjabat sebagai Penasihat Muhammadiyah (1959-1981), Beliau mendapatkan gelar Doctor Honoris Causa dari Univesitas Al-Azhar Kairo Mesir (1959), mendapatkan gelar Profesor dari Universitas Mustopo Jakarta (1959), dan mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa dari Universiti Kebangsaan Malaysia (1974). Buya Hamka pernah menjadi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 1975-1981. Di tahun 2011 ulama karismatis ini mendapatkan Gelar Pahlawan Nasional dari pemerintah RI.

Selain, beraktivitas dalalm berbagai kegiatan dakwah dan pelayanan ummat, Hamka adalah seorang penulis buku Indonesia yang sangat produktif. Dalam rentang tahun 1928 hingga 1981 beliau menghasilkan  65 karya. Hamka menulis : Khatibul Ummah, jilid 1-3 (1928), Si Sabariah (1929), Pembela Islam (Tarikh Sayyidina Abu Bakr As-Siddiq) (1929), Adat Minangkabau dan Islam (1929), Kepentingan Melakukan Tabliq (1929), Hikmah Isra’ dan Mi’raj (1929) dan Laila Majnun (1932). Hamka juga aktif menulis di Majalah Tentara (berjalan sampai 4 nomor, 1932), Majalah Al-Mahdi (berjalan sampai 9 nomor, 1932).

Setelah itu, Hamka menulis Mati Mengandung Malu (Saduran dari Karya Al Manfaluty, 1934), Di Bawah Lindungan Ka’bah (1936), Tenggelammnya Kapal Van Der Wijck (1937), Di Dalam Lembah Kehidupan (1939), Tuan Direktur (1939), Keadilan Ilahi (1939), Dijemput Mamaknya (1939), Tasawuf Modern (1939), dan Falsafah Kehidupan (1939).

Di tahun 1940an, beliau menulis banyak karya, yaitu : Merantau ke Deli (1940), Margaretha Geuthier (1940), Terusir (1940), Lembaga Hidup (1940), Lembaga Budi (1940), Negara Islam (1946), Islam dan Demokrasi (1946), Revolusi Pemikiran (1946), Revolusi Agama (1946), Merdeka (1946), Adat Minangkabau Menghadapi Revolusi (1946), Di Dalam Lembah Cita-Cita (1946), Sesudah Naskah Renvile (1946), Dibanting Ombak Masyarakat (1946), Muhammadiyah Melalui Tiga Zaman (1946), Pidato di Balik Peristiwa Tiga Maret (1947), Menunggu Bedug Berbunyi (1949), dan Cemburu (1949).

Produktivitas Hamka untuk menyebarluaskan kebaikan terus berlanjut. Karya-karya monumental terus mengalir, yaitu :  Pribadi (1950), Ayahku, Kisah Haji Abdul Karim Amrullah (1950), Mandi Cahaya di Tanah Suci (1950), Di Lembah Sungai Nil (1950), Di Tepi Sungai Dajlah (1950), Keadilan Sosial dalam Islam (1950), 1001 Soal Hidup (1950), Falsafah Ideologi Islam (1950), Kenang-Kenangan Hidup Jilid 1-4 (1950), Sejarah Umat Islam (Jilid 1-4) (1938-1950), Perkemabgnan Tasawuf dari Abad ke Abad (1952), Urat Tunggang Pancasila (1952), Bohong di Dunia (1952), Empat Bulan di Amerika (1953), Lembaga Nikmat (1953), Pelajaran Agama Islam (1956), dan Pengaruh Ajaran Muhammad Abduh di Indonesia (1958).

Dari tahun 1960an hingga 1980an, Hamka terus berkarya hingga akhir hidupnya. Beliau menulis buku : Soal Jawab (1960), Dari Perbendaharaan Lama (1963), Ghazwul Fikry (Perang Pemikiran, 1963), Sejarah Jamaludin Al-Afghany (1965), Hak Asasi Manusia dalam Islam (1968), Fakta dan Khayal Tuanku Rao (1970), Islam dan Kebatinan (1972), Studi Islam (1973), Mengembalikan Tasawuf ke Pangkalnya (1973), Do’a-Do’a Rasulullah SAW (1974), Muhammadiyah di Minangkabau (1975), dan Tafsir Al-Azhar (1958-1981). Buya Hamka juga dikenal sebagai jurnalis dan pengelola Majalah Pedoman Masyarakat. Beliau wafat pada tanggal 24 Juli 1981.

Mencermati judul-judul buku yang ditulis Buya Hamka, maka dapat dirasakan betapa luas dan dalamnya ilmu dan pengetahuan yang dikaruniai Allah Ta’ala kepada sosok kharimatis ini. Dari persoalan sosial budaya, politik, hingga tentu saja agama. Beliau juga seorang Sastrawan Indonesia, karena karya-karyanya banyak yang berkategori sebagai karya sastra yang indah untuk dinikmati dan sarat makna untuk diteladani. Buya Hamka adalah Sastrawan Indonesia yang lengkap. Selain menguasai teknik penulisan sastra yang indah, dengan cita rasa yang tinggi, Buya Hamka juga memiliki kedalaman ilmu yang menjadikan karya sastranya dalam secara substansi.Karya-karya sastra Hamka tidak saja dikenal di Indonesia, tapi juga di berbagai belahan dunia. Novel-novelnya dibaca para penggemar sastra di banyak tempat. Hamka dapat dikatakan juga sebagai penulis novel terkenal di dunia.

Hidup yang penuh barokah dari Allah Ta’ala. Dalam rentang kehidupan dari tahun 1908 hingga 1981, Hamka menjadi teladan ummat untuk memberikan yang terbaik untuk kehidupan yang abadi. Karya-karya Hamka ibarat biografi kehidupannya itu sendiri. Biografi Penulis Buku Indonesia dapat dinikmati dari karya-karya Buya Hamka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: