Biografi Ulama, Syekh Ibrahim Musa : Inspirator Kebangkitan (10)

| Jasa Penulisan Buku Biografi | Mengemas Kisah Hidup dengan Jurnalisme Sastra | "Appreciate Your Life Story" |

Biografi Ulama, Syekh Ibrahim Musa : Inspirator Kebangkitan (10)

Biografi Ulama, Syekh Ibrahim Musa : Inspirator Kebangkitan (10)

Inspirator yang Membangkitkan

Kunci keberhasilan pendidikan yang diterapkan Inyiak Parabek adalah piawai dalam menjadikan setiap kata-kata maupun perilakunya berkesan di hati para muridnya, sehingga mereka terdorong untuk melakukan sesuatu yang lebih baik lagi. Inyiak Parabek menjadi sumber inspirasi bagi para pelajar itu.Biografi Ulama, Syekh Ibrahim Musa : Inspirator Kebangkitan (10)

Ketika Sumatera Thawalib Parabek didatangi para pelajar dari berbagai daerah, maka Inyiak Parabek mengajarkan mereka untuk berorganisasi dan melakukan sesuatu yang berguna untuk madrasah. Maka mereka mulai beraktivitas dalam organisasi yang bermanfaat, termasuk membentuk berdirinya asrama-asrama pelajar yang dikenal dengan istilah surau. Surau dibangun di atas tanah masyarakat dengan status sebagai hak pakai hingga para pelajar itu selesai. Surau-surau itu diberi nama sesuai dengan asal daerah pelajar yang menempati : Surau Batusangkar, Sijunjung, Padang Panjang, Padang, Malalak, Pariaman, Taluak, Ladang Laweh, Mandiangin, Jambi, Bangkinan, Payakumbuh, Simabur, Situmbuak, Pandai Sikek, Bukiak, Batubuh, Ampek Angkek, Dinding Seng, Haji Salim, Mandailing dan Banuhampu. Adam Malik misalnya bermukim di asrama Mandailing ketika menjadi murid Iyiak Parabek.Surau-surau itu terletak di desa Parabek, sehingga Sumatera Thawalib Parabek menjadi peguruan terbesar saat itu. Keberadaan organisasi pelajar itu ternyata memberikan dampak yang positif terhadap perkembangan madrasah. Justeru mereka yang berfikir keras bagaimana ikut memajukan madrasah, misalnya dengan ikut membangun perpustakaan.

Selain itu, untuk memperdalam wawasan para muridnya, Inyiak Parabek sudah mengenalkan kegiatan debat, untuk berdikusi tentang suatu masalah, di kemudian hari, debating club menjadi kegiatan penting di Sumatera Thawalib Parabek. Mereka terbiasa mendiskusikan sesuatu dengan dalil dan argumentasi yang jelas dan besikap toleran (tasamuh) terhadap perbedaan yang ada. Sikap Inyiak Parabek yang selalu toleran dalam menanggapi perbedaan bermazhab juga menginspirasi lahirnya ulama-ulama intelektual di kemudian hari.  Menurut Inyiak Parabek amal harus berdasarkan pendapat dan dalil yang jelas.

Syekh Abdul Gafar memberi contoh lagi tentang sikap menghargai orang lain itu. “Suatu saat Saya berkhotbah Jum’at, Inyiak mendengarkan. Setelah selesai, saya diminta membawa kitab yang dibaca saat khotbah ke kantor beliau. Mana buku yang dibaca tadi, coba, dibaca. Ada perkataan : Alhamdulillahil Qo’il, segala puji bagi orang yang berkata. Saya ditanya Al Qoil itu apa I’rabnya. Saya katakan sifat. Kemudian beliau bertanya apakah sifat itu ada dalam asmaul husna? Tidak ada. Jadi itu yang bukan sifat Tuhan, jangan dipakai. Saya sempat berargumen buku yang saya baca kan karangan ulama juga. Beliau tidak menyalahkan, tapi berkata, biarlah orang seperti itu tapi kita begini”.

Inyiak Parabek menurut Syekh Abdul Gafar juga senang dan suka memancing agar murid-muridnya bertanya atau bahkan mendebat beliau. Pikiran para murid akan menjadi terbuka, masuk pun menjadi bersemangat. Beliau membangkitkan minat muridnya terhadap sesuatu sehingga menjadi lebih kreatif. Mencoba mencari jalan keluar terbaik dari suatu permasalahan. Dalam menjawab pertanyaan dari berbagai persoalan, Inyiak Parabek selalu menyesuaikan dengan ilmu orang yang bertanya. Jika guru atau masyarakat yang diketahui berilmu dan sanggup membaca dan meneliti kitab kuning, maka beliau menyebutkan judul kitab yang dibaca. Jika yang bertanya adalah orang awam, maka beliau memberikan penjelasan sejelasnya. Bila yang bertanya pelajar, beliau menjawab dengan balik bertanya: “bagaimana pendapat mu?” Jika benar maka akan dibenarkan, bila salah akan diluruskan atau dibenarkan seperlunya

Syekh Abdul Gafar kembali mengisahkan bahwa ketika Inyiak Parabek menjadi konstituante yang mencari jalan keluar terbaik dari suatu permasalahan. Saat ini Soekarno sangat gemar diberi gelar-gelar kehormatan yang beraneka macam. Soekarno juga ingin diberi gelar sebagai Ulil Amri Republik Indonesia. Tetapi banyak ulama yang tidak setuju. Kemudian setelah terjadi perdebatan, disepakati gelar yang diberikan pada Soekarno adalah Ulil Amri Daruri Bissaukah, pemimpin darurat dengan kekuasaan. Ketika pulang ke Parabek, ditanya para muridnya mengapa Inyiak ikut memberikan gelar itu, Inyiak hanya menjawab enteng, “Itu pakai Daruri dan Saukah, Soekarno tidak tahu arti daruri dan  saukah,” katanya sambil tertawa.

Syekh Abdul Gafar juga bercerita tentang bagaimana Inyiak Parabek menginspirasi masyarakatnya untuk mencari jalan keluar dengan cara yang cerdas. Saat itu ada perdebatan tentang jumlah shalat tharawih masyarakat  di daerah Candung Atas (banyak yang berguru pada Inyiak Parabek) dan Candung Bawah  ( banyak yang berguru pada Inyiak Syekh Sulaiman ArRasuli atau Inyiak Candung). Masyarakat di Candung Atas shalat tharawih 8 rakaat, Candung bawah 20 rakaat. Mereka yang berbeda shalat tharawih sering bertengkar, bahkan hampir terjadi bentrokan fisik. Kemudian muncul ide untuk mengadakan muzakarah (diskusi) yang mempertemukan Inyiak Parabek dan Inyiak Candung, bertempat di Masjid Candung Bawah. Saat dimulai, Inyaik Parabek meminta untuk memulai penjelasan terlebih dahulu dengan mengatakan : “mamuloi bialah ambo sabagai katam kasa dan sudah itu baru tuan untuk katam aluihnyo”. “ Jadilah…,” kata Inyiak Candung.  Kemudian, Inyiak Parabek ternyata tidak menjelaskan dalil-dalil maupun keutamaan tentang tharawih 8 rakaat, tetapi justeru menjelaskan secara lengkap asal usul dan dalil-dalil tentnag tharawih 20 rakaat, dan sama sekali tidak menyinggug tharawih yang 8 rakaat. Inyiak Candung yang diberikan kesempatan berikutnya terpaksa menjelaskan tentang dalil-dalil tharawih 8 rakaat. Masyarakatpun puas, tinggal memilih mana yang ingin diamalkan, tanpa harus bertengkar.  Sikap seperti ini membangkitkan kesadaran masyarakat untuk saling menghargai dalam perbedaan.

Ingin ditulis kisah hidupnya menjadi buku Biografi yang menarik dan inspiratif ?. Silahkan hubungi kami kapan saja di:

0822-2123-5378

Kata terkait:

jasa penulis buku biografi, buku biografi, penulis biograf, biografi tokoh

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: