Biografi Ulama, Syekh Ibrahim Musa : Inspirator Kebangkitan (16)

| Jasa Penulisan Buku Biografi | Mengemas Kisah Hidup dengan Jurnalisme Sastra | "Appreciate Your Life Story" |

Biografi Ulama, Syekh Ibrahim Musa : Inspirator Kebangkitan (16)

Menuju  Masa Depan

            Sejak didirikan oleh Syekh Ibrahim Musa pada tahun 1910, Madrasah Sumatera Thawalib Parabek memang dikenal sebagai pencetak kader ulama intelektual. “Hingga kini, bahkan sampai kapan pun madrasah ini akan tetap pada komitmen awal, menjadi pusat pengkaderan ulama yang mantap dalam akidah-ibadah, memiliki kapasitas intelektual dan terampil,” ujar Ustadz Deswandi, Wakil Pimpinan Pondok. Visinya pun sangat jelas : “Menjadi pusat pendidikan Islam unggulan yang membangun generasi khairu ummah. Dengan misi sebagai berikut : (1) menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas, (2) menciptakan kader ulama, umara’ dan agniya’ intelektual, (3) melaksanakan dan mengemban da’wah Islam, menjunjung tinggi nilai moral, spiritual, menuju kesejahteraan dan keselamatan dunia akhirat.

           Masa Depan yang Cerah Semua kegiatan operasional pendidikannya didasari oleh prinsip nilai dasar (core values) berupa : Takwa (keseimbangan nilai), Himmah (keinginan yang kuat), Ahlul Ilmi wal Ibadah (berilmu dan beramal), Wara’ (integritas), Amanah (dipercaya), Lein (lemah lembut), Istiqomah, (teguh pendirian), Birrun (berbuat baik). Tata nilai ini digali dari keteladan Inyiak Parabek dalam menjalankan Islam.

Sistem madrasah dalam pesantren yang memadukan aspek pengajaran (transformasi ilmu pengetahuan) dan aspek pendidikan (pembentukan karakter) dipilih untuk diterapkan. Sistem ini diyakini mampu melahirkan ulama dan cendekiawan muslim berkualitas. Perpaduan sistem pendidikan formal di pagi hari dan pendidikan non formal di sore dan malam hari memungkinkan para siswa berkembang potensinya. Program asrama memungkinkan pembinaan kepada para siswa terlaksana selama 24 jam sehari. Bimbingan pelaksanaan ibadah, kedisiplinan dan akhlaqul karimah diberikan secara penuh waktu oleh para Ustadz/Ustadzah dan para Mursyid/Mursyidah (siswa kelas tertinggi). Suasana penuh kekeluargaan membuat para siswa merasa tinggal di rumah sendiri.

Konsep pendidikan yang dikembangkan bertujuan utama mencetak kader ulama, cendekiawan muslim, mubaligh dan guru agama Islam yang memiliki kemampuan : menguasai ilmu alat, khususnya bahasa Arab (termasuk Nahwu, Sharaf, Mantiq, dan Balaghah), menguasai Fiqh, Ushul Fiqh, Tafsir Al-Qur’an dan Hadist, memiliki akidah yang benar dan kuat, istiqamah dengan nilai-nilai Islam, berakhlak yang Islami, terampil dan punya sikap mandiri, mampu mengajarkan agama Islam dengan dasar-dasar yang sudah dimiliki.

Filosofinya pendidikannya didasarkan pada “semangat” inyiak Parabek. Mengkombinasikan sistem madrasah dan sistem surau atau pesantren dengan panduan yang harmonis. Tafaqquh fiddin menjadi spirit utamanya yang bermakna bersungguh-sungguh dalam mendalami ilmu agama secara detail  dan dalam penghayatan serta aplikasi agama dalam keseharian. Spirit ini digunakan untuk mempersiapkan anak didik menjadi ulama dan ahli agama di masa depan. Tidak hanya sekedar memberikan pelajaran agama tetapi sekaligus mengamalkannya. Keseimbangan antara pendidikan dan pengajaran. Kegiatan kurikuler program tatap muka guru dan murid di kelas dengan panduan kurikulum dan silabus yang disusun secara sistematik dan berjenjang, mulai kelas 1 hingga kelas 6.

            Kurikulum terpadu antara kurikulum identitas dan kurikulum Departemen Agama, diaplikasikan untuk melahirkan lulusan berdaya saing. Kurikulum identitas memberi penekanan pada penguasaan Ilmu Agama melalui pemahaman berbagai kitab berbahasa Arab. Kitab Fathul Muin, Kawakib, Tafsir Al-Maraghi, Tafsir Jalalain, Subulus Salam, dan lain-lain adalah “makanan” sehari-hari para siswa.  Metode pembelajaran pun didisain dalam suasana menyenangkan sehingga para siswa tidak merasa jenuh, walau harus mengerutkan dahi memahami berbagai konsep keIslaman.

            Sehari-hari, di madrasah dan asrama, para siswa berbahasa Arab dan Inggris. Kursus-kursus tambahan kedua bahasa dunia itu diberikan secara intensif, seperti : Arabiah Mukatsafah, Inensive English Training (IET), dan English Conversation Club. Program Takhasus  (kegiatan belajar tambahan) disediakan untuk memperdalam penguasaan mata pelajaran pokok, seperti : Ushul Fiqh, Nahwu Sharaf, Ilmu Tafsir, dan hadist. Aktif berbahasa Arab dan Inggris memang merupakan salah satu target pendidikan di MST Parabek. Tak heran setiap tahun banyak alumninya yang diterima untuk studi lanjut di Universitas Al-Azhar Mesir. Para siswa dan guru juga didorong untuk berkiprah pada forum internasional. Diantaranya adalah training pembelajaran dan budaya di Amerika Serikat (diikuti 2 siswa, 1 guru), Pertukaran pelajar dengan Ma’bad Al-Ummah Perak dan Darul Hikmah College Malaysia (diikuti 7 siswa), dan Pelatihan Sustainable Farming Techniques and Management se Asean yang diikuti 1 orang guru.

            Berbagai prestasi juga diukir oleh para siswa, seperti : Finalis lomba matematika tingkat nasional di Asshidiqiyah, tiap tahun diterima di A-Azhar University Mesir, juara membaca kitab kuning tingkat sumatera Barat, Juara kaligrafi, Pidato Bahasa Arab, Pidato Bahasa Indonesia dalam Porseni antar Pesantern se Sumatera Barat, Finalis membaca kitab kuning tingkat nasional di Bandung, juara harapan membaca kitab kuning tingkat nasional di Lirboyo, Juara kitab kuning tingkat Sumatera Barat 2008, 2 siswa juara nasional kitab kuning di Banjarmasin tahun 2008.

Selain itu madrasah ini menorehkan prestasi berupa : lulus ujian nasional 100  %, Madrasah berprestasi tingkat nasional, Juara MTQ tingkat nasional tahun 2008 Banjarmasin,  6 orang meraih nilai tertinggi UN tahun 2007/2008, Juara I Debat Bahasa Arab se Sumatera Barat  di STAIN Bukittinggi, dan Juara 1 lomba Hifzhul Qur’an 10 juz se Sumatera Barat. Alumninya tersebar di berbagai perguruan tinggi terkemuka di dalam dan luar negeri (Al-Azhar University Mesir). Sebagian diantaranya memperoleh beasiswa dari beragam lembaga.

            Berbagai kegiatan ekstrakurikuler disediakan bagi para siswa, seperti : pelatihan keterampilan (elektronika, jurnalistik, kaligrafi, bordir, menjahit, tata boga, dsb), pelatihan komputer, pelatihan imam dan khatib, dan bela diri. Kegiatan studium generale yang mendatangkan para pakar dari perguruan tinggi dan native speaker bahasa Arab dan Inggris juga digelar secara rutin. Berbagai kegiatan ibadah dibiasakan setiap hari seperti : membiasakan shalat berjamaah tepat di awal waktu, memperbanyak shalat sunnah, terutama, tahajjud, membiasakan I’tikaf di masjid, menghafal Al-Qur’an, berzikir, dan sebagainya. Ada latihan muammalah, memasukkan diri ke dalam masyarakat, belajar melaksanakan tugas-tugas kemasyarakatan yang berkaitan dengan agama, seperti memberikan pengajian dan mengajar Al-Qur’an.  Juga disediakan kegiatan  Muhadharah (pidato) untuk Tsanawiyah, Muzakarah (diskusi/presentasi) untuk Aliyah, Tutorial pendalaman kitab (Ushul Fiqh, ilmu hadist, qawaid), dan komputer juga disediakan.

            Setelah usia 100 tahun, Madrasah Sumatera Thawalib Parabek semakin mengokohkan diri menjadi lembaga pendidikan calon ulama unggulan. Fasilitas lengkap dan modern menjadi pendukung terwujudnya visi besar itu. Gedung megah madrasah lantai 3, Asrama putera dan Puteri di lokasi strategis, Beragam laboratorium (Bahasa, Audio Visual, komputer, Fisika), serta Perpustakaan Fisik dan Digital, disiapkan untuk dimanfaatkan secara optimal. Tempat Praktek Usaha Santri (TPUS) juga disediakan untuk melatih jiwa kewirausahaan. Klinik kesehatan, lengkap dengan dokter, perawat dan mobil ambulan, juga tersedia. Demikian pula dengan sarana lain, seperti Koperasi Siswa, Wartel dan Fasilitas  Olahraga.

            Secara detail, fasilitas yang dimiliki Sumatera Thawalib Parabek adalah Ruang belajar (19 kelas), asrama ( 2 unit putera, puteri), laboratorium (5 unit : komputer, fisika, kimia, biologi, bahasa), kantor ( untuk pimpinan madrasah, pimpinan pondok pesantren, dan tata usaha).

Selain itu madrasah ini juga memiliki perpustakaan yang relatif nyaman dan lengkap. Koleksi sekitar 12.000 eksemplar  ditambah dengan e- librabry, terdiri dari  buku agama : 686 judul/5187 eksemplar, buku umum : 699 judul/6515 eksemplar. Buku-buku itu berasal dari peninggalan Syekh Ibrahim Musa, bantuan departemen agama, bantuan donator dan alumni, bantuan departemen Pendidikan Nasional, anggaran madrasah dan kenang-kenangan siswa kelas VI. Perpustakaan dilengkapi juga perpustakaan digital dengan program SIMPUS (Sistem Informasi Pustaka). Penelusuran buku menjadi lebih cepat, akses buku ke electronic library, download kitab-kitab/buku-buku baru, dan akses intertet.

            Madrasah juga menyediakan beasiswa dan memberikan fasilitas bebas SPP bagi siswa berprestasi dan penghafal Al-Qur’an terbanyak, di tiap tingkat. Bagi siswa kurang mampu disediakan beasiswa yang berasal dari bantuan JPS, Yayasan IBI Jakarta, dan para donator tetap madrasah.

Menjadikan momen 100 tahun sebagai masa kebangkitan menjadi komitmen seluruh pengelola Sumatera Thawalib Parabek, para siswanya, hingga masyarakat. Mambangkik Batang Tarandam  menjadi spirit kebangkitan itu. Berbagai program telah dan terus dilaksanaan diantaranya : program guru tetap, penetapan peraturan kepegawaian, targeting system (modifikasi sistem dunia usaha di dunia pendidikan, setiap orang memiliki target msing-masing yang ditetapkan dan disepakati di awal tahun, dan pemberlakuan reward and punishment dalam pencapaian target). Selain itu diadakan juga program  pembelajaran bahasa Arab dan Inggris secara aktif (kelas 1 : 2 jam/hari, kelas 2 bahasa inggris 2 jam/hari hingga di  kelas 2 pelajaran agama disampaikan dalam bahasa Arab, kelas 3 siap menerima pelajaran umum dalam bahasa Inggris).  Program penulisan karya ilmiah, seminar siswa, Daily Arabic and English : bahasa harian di madrasah dan asrama digencarkan untuk meningkatkan kompetensi siswa. Siswa juga diberikan kursus intensif untuk meningkatkan kemampuan bahasa Arab dan Inggrisnya berupa  : Arabian Mukatsafah, Intensive English Training, dan mengaktifkan  English Coversation Club serta  mufradat shabahiyah (belajar berkomunikasi bahasa Arab setiap Shubuh). Program Takhasus  (kegiatan belajar tambahan di luar jam belajar untuk memperdalam penguasaan mata pelajaran pokok seperti : Ushul Fiqh, Nahwu Sharaf, Tafsir dan Ilmu Tafsir, Hadist dan Ilmu Hadist) juga digencarkan.

Salah satu keunggulan Sumatera Thawalib Parabek adalah dukungan SDM berkualitas dan pola pengembangan SDM yang berkesinambungan. Para pengurus Yayasan adalah para pencinta pendidikan dan memiliki keahlian dalam bidang masing-masing. Ir H Novizar Zen yang mengetuai Yayasan Syekh Ibrahim Musa dikenal sebagai profesional yang memiliki pengalaman panjang mengelola perusahaan dan pendidikan. Secara spritual, madrasah ini dikawal dan dibimbing oleh beberapa Syekh seperti Syekh Imam Suar, Syekh H Khatib Muzakkir, Syekh H. Abdul Gafar, dan seorang Syekh dari Al-Azhar Mesir, Syekh Hamdi Sulaiman Ibrahim. Keberadaan Syekh Al-Azhar dengan reputasi internasional ini tentu menambah keunggulan madrasah. Di jajaran eksekutif, roda organisasi Sumatera Thawalib  Parabek dijalankan oleh para pimpinan pondok di bawah pimpinan Ustadz Khatib Muzakkir dan wakil pimpinan Ustadz Deswandi. Dukungan 45 orang guru lulusan perguruan tinggi dalam dan luar negeri, membentuk tim kerja yang tangguh.

“Kami memang berkomitmen untuk menerapkan sistem manajemen modern dan terus mengembangkan SDM,” ujar Ir H. Novizar Zen, Ketua Yayasan Syekh Ibrahim Musa yang menaungi madrasah ini. Untuk itu pihaknya secara teratur mengembangkan metode pengembangan melalui beragam training di dalam dan luar negeri, untuk para guru dan karyawan. Berbagai training pembelajaran digelar di kampus sendiri dengan mendatangkan para trainer dan fasilator berpengalaman. Sebelumnya, para guru dikirim ke berbagai ajang pelatihan, seperti : pelatihan guru bahasa Arab di LIPIA Jakarta, Pelatihan Pengembangan Bahasa Inggris di Malang, Pelatihan Metode Cepat belajar Kitab (Amsilati) di Riau dan Palembang, dan sebagainya. Para guru juga dikirim untuk studi banding ke berbagai institusi pendidikan lain, seperti ke Malaysia, Jakarta, dan Bandung. Selain itu, para guru didorong untuk memperoleh beasiswa S2, misalnya di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

“Madrasah ini akan terus bangkit, jika para gurunya punya semangat dan profesionalisme yang terus diasah,” kata Ustadz Deswandi yang didampingi Ustadz Drs. Zulfahmi (Kepala Aliyah) dan Ustadz Nurdin S.Ag (Kepala Tsanawiyah). Menurut mereka, Sumatera Thawalib Parabek sekarang sedang serius mengembangkan fasilitas pendidikan berbasis teknologi informasi di pesantren.

Lengkap sudah apa yang dimiliki MST Parabek : sejarah dan pengalaman yang panjang, sistem manajemen dan fasilitas modern serta SDM Berkualitas. Masih ditambah dengan suasana yang sangat kondusif untuk belajar : lingkungan  asri nan sejuk dengan latar belakang Gunung Merapi Bukit Tinggi, jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Dengan semua itu, Madrasah Sumatera Thawalib  Parabek siap menuju masa depan, menempa calon ulama intelektual pejuang, untuk berkontribusi dalam kebangkitan Islam,  Sosok yang didamba ummat dan mulai langka dijumpa. AllhohuAkbar ! **

Ingin ditulis kisah hidupnya menjadi buku Biografi yang menarik dan inspiratif ?. Silahkan hubungi kami kapan saja di:

0822-2123-5378

Kata terkait:

jasa penulis buku biografi, buku biografi, penulis biograf, biografi tokoh

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: