Jonru yang Saya Kenal

By | 09/11/2017

Jonru yang Saya Kenal
Oleh : Subhan Afifi

Jonriah Ukur Ginting, alias Jonru adalah salah seorang sahabat yang saya kenal sejak jadi mahasiswa di Undip tahun 1992-1997. Saya di Komunikasi, Jonru di Akuntansi. Kami sama-sama aktif di Koran Kampus Manunggal.

jonru-ginting

Jonru Ginting

Kami belajar dan berkegiatan bareng di Pers kampus. Kami dilatih melakukan reportase, menulis berita dan opini sekaligus bersikap kritis terhadap berbagai fenomena sosial politik. Jonru pernah jadi Redaktur Pelaksana di Manunggal. Ia juga aktif di Majalah Mahasiswa EDENTS Fakultas Ekonomi.

Ketika S2 di Manajemen Komunikasi UI, tahun 2001-2003 saya sering jumpa dan berbincang dengannya, karena Jonru kerja di sebuah perusahaan internet provider di Jakarta. Kami sempat menggagas bisnis penulisan di bawah penulislepas.com. Walau akhirnya, Jonru yang menjalankan dengan beberapa kawannya, karena saya kembali ke Jogja setelah lulus S2.

Setelah itu saya jarang kontak. Sesekali kami telpon-telponan dan kalau dia ke Jogja, biasanya kami ketemuan. Sampai kemudian saya mengikuti kiprahnya di media sosial dengan followers sekitar 1,5 juta orang. Tentu dengan segala konsekuensinya karena postingannya menuai pro kontra, dengan likers dan haters yang terus saling menyahut.

Desember 2016 Jonru ke Jogja dan mampir ke rumah. Selain penggiat Medsos, Jonru adalah seorang pekerja sosial. Ia mengelola beberapa komunitas yang menggerakkan penggalangan dana via medsos untuk membantu berbagai program sosial dan dakwah Islam, seperti Sedekah Sahabat, Sedekah Masjid dan Sedekah Pesantren. Berdasarkan catatan, Jonru dan 3 program itu telah mendanai 52 program berbasis komunitas dan individu dhuafa yang membutuhkan, dengan dana sekitar 1,5 Milyar.

Ketika Jonru main ke rumah saya saat itu, ia sedang survey seseorang yang membutuhkan pertolongan untuk diberi donasi oleh Komunitas Sedekah Sahabat . Di tengah berbagai kontroversi di medsos, dan pemberitaan media tentang berbagai kiprahnya, Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Jonru menolong banyak orang dan lembaga, sambil berbisik dalam hati agar Allah Ta’ala menjaganya, dan membalasnya dengan pahala berlimpah.

Subhan Afifi dan Jonru

Saat Jonru Mampir ke Jogja

Saya pun terkejut dan prihatin ketika Jonru ditangkap polisi dan langsung ditahan di Polda Metro Jaya tanggal 30 Sepetember 2017 dengan tuduhan menyebarkan ujaran kebencian dan SARA.

Tuduhan sebagai tukang fitnah dan buzzer berbayar terhadap Jonru di medsos dari para haters juga merebak. Sebagai sahabat saya tahu persis jika Jonru bukan buzzer apalagi berbayar. Dia seorang idealis yang menulis dalam konteks kritik. “Saya menulis karena yakin itu benar,” demikian prinsip yang disampaikannya.

Jika Jonru mau menerima bayaran dan bermain mata dengan berbagai pihak, tentu dia sudah kaya. Kalau mau, posisinya sebagai salah satu influencer dengan follower jutaan dengan mudah bisa dikapitalisasi sesuai kepentingan yang punya duit.

Faktanya, Jonru hidup sederhana dengan isteri yang tak bekerja dan 3 anaknya yang masih kecil-kecil di rumah warisan mertua. Putri sulungnya masih kelas 1 SMP di pesantren, putra keduanya kelas 3 SD, dan putri bungsunya belum sekolah. Ke mana-mana ia naik motor atau angkutan umum. Nafkah coba dicarinya melalui menulis dan berjualan buku di internet, serta sesekali menjadi pembicara atau trainer seputar masalah medsos dan penulisan. Itupun tak semoncer namanya di jagad online. Sejak Jonru ditahan, otomatis ia tak bisa cari nafkah.

Tentang tuduhan hate speech dan SARA, tentu penegak hukum dan pengacaranya yang bisa menjawab. Mereka sedang menyiapkan bukti-bukti maupun fakta dan argumen untuk persidangan.

Hanya saja akal sehat langsung bisa dipakai untuk membandingkan dan menilai betapa banyak ujaran kebencian dan SARA yang berseliweran di internet tanpa langsung diproses hukum, seperti yang dialami Jonru.

Kebetulan saja Jonru mengambil posisi berseberangan dengan penguasa, dan dalam banyak postingannya menunjukkan pembelaan terhadap Islam dan Ulama. Standar ganda dan tebang pilih dalam kasus ini sulit untuk dihilangkan dari benak publik.

Alhamdulillah, saya berkesempatan menjenguk Jonru di tahanan Polda Metro Jaya, Kamis (2/11) bersama Fajar Nur Sahid dan Edi Santoso, 2 kawan yang sama-sama pernah aktif di Koran Kampus Manunggal.

Kebetulan saat itu isteri Jonru, adik ipar dan anak-anak mereka datang menjenguk juga. Bagaimana kondisi Jonru di penjara? Apa yang dilakukannya di balik jeruji? dan bagaimana persiapannya menghadapi sidang praperadilan Senin (6/11) besuk ?

Tunggu kisah berikutnya ya…

 

Kata terkait:
jonru ginting facebook, tulisan jonru ginting, jonru ginting wikipedia, jonru ginting ditangkap, jonru ginting mualaf, jonru meme, tulisan jonru, jonru ginting adalah, agama jonru ginting, kasus jonru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *