Menebar Inspirasi Melalui Penulisan Biografi

By | 10/04/2016

Sosok

Dr. Subhan Afifi, M.Si :

Menebar Inspirasi Melalui Penulisan Biografi

 

            Dulu, orang berfikir buku biografi hanya untuk tokoh-tokoh terkenal. Tapi sekarang siapapun, layak untuk di-biografi-kan. “Karena hidup manusia itu unik, dan harus diapresiasi. Menulis kisah hidup melalui biografi adalah salah satu usaha untuk menghargai hidup,” ujar Dr. Subhan Afifi, M.Si, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Yogyakarta, yang menekuni penulisan biografi.

            Menurut Subhan Afifi, banyak biografi ditulis dengan gaya penulisan yang berat dan membosankan, sehingga orang menjadi malas untuk membaca. “Apalagi anak-anak muda jarang yang mau baca biografi, padahal banyak pelajaran penting yang bisa diambil,” kata Afifi yang kemudian mengembangkan model penulisan biografi yang ringan dan enak untuk dinikmati. dengan pendekatan jurnalisme sastra.  “Saya juga ingin menulis “biografi orang biasa”, orang yang merasa kisah hidupnya biasa-biasa saja, tetapi justeru mengandung inspirasi luar biasa”, kata Afifi yang mengampu Mata Kuliah Penulisan Berita, Manajamen Media dan Jurnalistik On Line di kampusnya.

Subhan Afifi-closeup

Dr. Subhan Afifi, M.Si

            Sejak SD, pria kelahiran Sumbawa Besar 38 tahun silam ini, sudah menyukai dunia tulis menulis. “Kalau disuruh mengarang saat pelajaran Bahasa Indonesia saya paling senang,” katanya mengenang. Ketika bersekolah di SMA Muhammadiyah I Yogyakarta, ia merasa semakin mendapat tempat untuk mengasah keterampilan menulis melalui majalah sekolah. Apalagi waktu SMA ia menjadi ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM – OSIS-nya sekolah Muhammadiyah) yang menjadikan penerbitan majalah sekolah sebagai salah satu program. Ketika melanjutkan kuliah di Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Diponegero Semarang, kegiatan kemahasiswaan yang dipilihnya tidak jauh-jauh dari dunia kepenulisan. Ia pernah merintis penerbitan Buletin “Islamuna” di FISIP Undip, dan menjadi aktifis pers kampus melalui Koran Manunggal Undip. Sempat menjadi kontributor Koran “Berita Kita” Semarang, dan Majalah “Sinar” Jakarta, hingga akhirnya memilih dunia pencerahan dengan menjadi dosen di Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UPN “Veteran” Yogyakarta sejak tahun 1997.

            Di kampus UPN, Afifi yang mengajar di konsentrasi Media dan Jurnalisme mencoba membangkitkan semangat menulis mahasiswa dengan mengajak mereka menerbitkan majalah kampus yang diberi nama majalah SIKAP. “Majalah SIKAP pernah terbit teratur, dan alumninya banyak yang menjadi wartawan media-media besar,” kisahnya. Selain itu, Afifi bersama kawan-kawan sesama dosen merintis “Jurnal Ilmu Komunikasi” untuk mewadahi penulisan ilmiah di dunia akademis.   “Alhamdulillah jurnal ini bisa terakreditasi dirjen Dikti pada  tahun 2006” tambahnya. Sejak tahun 2008, ia dan kawan-kawannya juga merintis jurnal internasional bidang ilmu komunikasi yang diberi nama “The Indonesian Journal of Communication Studies (IJCS).” Kini, jurnal ini mulai dikenal di dalam dan luar negeri sebagai wadah berbagi hasil penelitian dan kajian ilmiah bidang komunikasi. “Dunia penulisan menjadi pilihan pengabdian, agar hidup ini tidak berlalu begitu saja,” kata Afifi yang menyelesaikan S2 di Pascasarjana Ilmu Komunikasi UI, dan S3 di Department of Media Studies Department, University of Malaya, Malaysia.

 

 

 

Wirausaha Bidang Penulisan

            Perjalanan panjang di dunia penulisan itulah yang mengantar Subhan Afifi mengenal dan menekuni penulisan biografi. “Awalnya dari diskusi intens dengan senior saya, Dr.Ana Nahdya Abrar, MES, ketika sama-sama mengambil S3 di Malaysia,” jelas Afifi. “Beliau sering bercerita tentang asyiknya menulis biografi, dan memberikan tips-tips menulis,” tambahnya. Ia pun memantapkan diri menjadi seorang penulis biografi, ketika tawaran pertama datang dari Bukittinggi Sumatera Barat. “Tahun 2010, ketika masih menempuh S3 saya mendapat tawaran untuk menulis biografi Syekh Ibrahim Musa, ulama karismatis Sumatera Barat, gurunya Hamka,” urai Afifi. Ia pun mulai berburu fakta dan kisah tentang ulama yang mewariskan sekolah legendaris yang bernama Sumatera Thawalib Parabek yang eksis hingga kini. “Menelusuri desa-desa di Bukittinggi, mewawancarai sumber-sumber sejarah, mengumpulkan dokumen-dokumen penting, hingga meramunya menjadi kisah menarik dalam buku biografi menjadi pengalaman pertama yang berharga,”kata Afifi lagi. “Alhamdulillah, buku ini bisa jadi dan diluncurkan oleh Gubernur Sumatera Barat, tepat pada perayaan 100 tahun Sumatera Thawalib Parabek tahun 2010,” tambahnya.

 

Buku pertama yang diberi judul “Syekh Ibrahim Musa : Inspirator Kebangkitan” itu ternyata menjadi pintu pembuka rezeki berikutnya. Tidak lama kemudian berturut-turut Subhan Afifi mendapat tawaran untuk menulis buku biografi seorang profesional Jakarta yang gemar berkiprah di dunia pendidikan. “Juga profil sebuah sekolah unggulan di Pekanbaru. Dua buku itu saya tulis di tahun 2011, terakhir saya menulis biografi Sukamta, mantan buruh Pabrik yang meraih gelar Doktor, Februari 2012,” jelas ayah 1 putera dan 2 puteri ini. Hingga kini 4 buku biografi dan profil lembaga sudah dihasilkannya. Menurutnya, setelah itu, ia akan terus menulis biografi para tokoh terkenal atau orang-orang biasa yang punya kisah hidup luar biasa . “Saya juga ingin menulis biografi para tokoh Islam yang belum banyak terpublikasikan. Do’akan saja bisa segera selesai,” katanya tersenyum.

            Setelah menulis 4 buku biografi, Subhan Afifi semakin melihat bahwa penulisan biografi merupakan salah satu prospek wirausaha yang sangat layak untuk ditekuni. “Sejak mahasiswa saya memang suka wirausaha. Pernah nyoba bisnis kacang telur, jualan ayam potong, hingga setelah jadi dosen, pernah bikin usaha pulsa, jual beli dan reparasi handphone,” cerita Afifi sambil tertawa. “Ketika S3 di Malaysia pun saya pernah jualan boneka dan jadi pelayan di restaurant hotel, untuk menambah uang beasiswa yang tidak seberapa,” tambah Afifi yang beruntung mendapat kesempatan berhaji gratis dengan menjadi petugas haji ketika sekolah S3 di Malaysia.

            Berbagai usaha yang pernah dicobanya itu mengantarkannya pada kesimpulan bahwa jika ingin berusaha, pilihlah usaha yang benar-benar disenangi dan kalau bisa dikuasai. “Menulis adalah kegiatan yang saya sukai, dan InsyaAllah, sedikit-sedikit saya kuasai,” kata Afifi tentang prinsip wirausaha. Maka, ia pun semakin mantap berwirausaha melalui www.penulisbukubiografi.com. Usaha ini bergerak dalam bidang penerbitan buku-buku biografi dan penyediaan jasa penulisan lainnya, seperti : penulisan company profile, laporan tahunan (annual report), laporan Corporate Social Responsibility (CSR), penulis naskah pidato (speech writer), hingga penulis bayangan (ghost writer).

            “Melalui penulisan, khususnya penulisan biografi, saya ingin menebarkan inspirasi ke sebanyak mungkin orang, semoganya saja bermanfaat. Bukankan sebaik-baik manusia adalah orang  yang memberi manfaat bagi manusia lain?” kata suami dari dr Nurlaili Muzayyanah ini berfilosofi.

 

 

 

Berkiprah di Dunia Pendidikan    

            Selain berwirausaha bidang penulisan, Subhan Afifi juga berkeinginan untuk memberikan kontribusi terbaiknya di dunia pendidikan. Menurutnya, pendidikan adalah solusi penting mengatasi berbagai persoalan bangsa. “Pendidikan unggulan yang terjangkau menjadi semakin sulit didapat,” katanya. Untuk itu, bersama para penggerak pendidikan di Jogja Utara, ia ikut mengembangkan pendidikan berkualitas yang peduli pada kaum dhuafa di bawah Yayasan Darussalam Selokerto. Yayasan ini menyelenggarakan pendidikan tingkat taman-kanak-kanak (Raudhatul Athfal) sejak tahun 2010 dan mulai tahun 2012 ini akan membuka tingkat sekolah dasar (Madrasah Ibtida’iyah). “Tahun pertama RA Darussalam menggratiskan seluruh biaya pendidikan. Gedungnya dibangun oleh Basuki Jaya Grup, kelompok usaha bahan bangunan yang peduli pendidikan, operasional sekolah juga mengandalkan donator,” kata Subhan Afifi yang diberi amanah sebagai sekretaris periode, 2010-2014, dan sekarang menjadi Ketua Yayasan Darussalam Selokerto, periode 2014-2018. “Sekolah ini berkomitmen untuk menjadi sekolah berkualitas, tetapi tetap peduli pada anak yatim dan kaum miskin,” kata Afifi yang saat ini tinggal tidak jauh dari lokasi sekolah Darussalam, tepatnya di Jalan Palagan KM 13,5 Kayunan, Donoharjo, Ngaglik, Sleman.

            Selain, mengembangkan pendidikan di tempat tinggalnya kini, Afifi juga tergerak untuk berkontribusi memajukan pendidikan di daerah asalnya, Sumbawa Barat, NTB. “Ayah saya asli Taliwang NTB, ibu saya dari Muntilan Jawa Tengah,” katanya. Kini kedua orangtuanya telah tiada, tetapi meninggalkan wasiat kepada anak-anaknya untuk memajukan pendidikan di tanah kelahiran ayahnya itu. “Ayah saya mewariskan lahan yang kemudian kami sepakat untuk diwakafkan bagi kepentingan pendidikan. Kami mendirikan Yayasan “Achmad Hasan Ali”,” jelas Afifi. Yayasan ini sekarang sedang mengembangkan Sekolah Alam Al-Qur’an “Ahsanu Amala” dan Pesantren Al-Qur’an & Wirausaha “Ahsanu Amala”. “Pendidikan berkualitas dan kemandirian ekonomi bagi anak negeri yang masih tertinggal adalah bidang garap yang terus kami perjuangkan,” ujar Subhan Afifi yang diberi kepercayaan untuk menjadi Ketua Departemen Pendidikan di yayasan itu.

            Selain itu, di Yogyakarta bersama para aktivis pendidikan Islam, Afifi menerbitkan majalah pendidikan anak untuk orang tua dan guru. Majalah itu diberi nama “Fahma” dengan mengusung konsep “Cerdas di Rumah, Cerdas di Sekolah”. Majalah ini didirikan sejak tahun 2004 dengan peredaran di sekolah-sekolah di berbagai kota di Indonesia. Selain menerbitkan majalah, para penggerak majalah ini juga aktif memberikan pelatihan dan pendampingan untuk orang tua, guru dan manajemen sekolah. “Pendidikan adalah jalan mulia untuk mempersembahkan amal terbaik,” pungkas Afifi yang diberi amanah sebagai Pemimpin Redaksi Majalah Fahma ini. (***)

 

 

 

 

 

Biodata :

 

Nama                                       : Dr. Subhan Afifi, M.Si

Tempat/Tanggal Lahir             : Sumbawa Besar, 28 September 1974

Alamat                                                : Jl. Palagan Tentara Pelajar KM 13,5 RT 02 / RW 05 Kayunan

                                                  Donoharjo, Ngaglik, Sleman

Website.               : www.subhanafifi.com

Twitter.                : @subhanafifi

Email.                  : subhanafifi@yahoo.com

 

 

 

Pendidikan :

  • SDN II Kekalik Mataram, NTB (1986)

  • SMPN II Mataram, NTB (1989)

  • SMA Muhammadiyah I Yogyakarta (1992)

  • S1 : Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Diponegoro, Semarang (1997)

  • S2 : Pascasarjana Ilmu Komunikasi, Universitas Indonesia, Jakarta (2002)

  • S3 : Media Studies Department, Faculty of Arts and Social Sciences, University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia (2011)

 

Karya Buku Biografi :

  • Syekh Ibrahim Musa : Inspirator Kebangkitan, 2010, NHF Publishing Jakarta

  • As-Shofa : the School for the Future Winners, 2011, NHF Publishing Jakarta

  • Novizar Zen : Jejak Cinta Menggapai Kebahagiaan Sejati, 2011, NHF Publishing Jakarta

  • Sukamta : dari Buruh Pabrik ke Doktor Mesin, Biograf Media 2012, Yogyakarta. 

 

Pengalaman :

  • Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Yogyakarta, 1997-sekarang.

  • Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Yogyakarta, periode 2014-2018.

  • Dosen Tidak Tetap Sekolah Tinggi Pendidikan Islam “Bina Insan Mulia” Yogyakarta, 2011-2012

  • Ketua Penyunting Jurnal Ilmu Komunikasi, 2002-2006.

  • Editor in Chief, “the Indonesian Journal of Communicaton Studies”, 2008-2014

  • Pemimpin Redaksi Majalah Fahma, 2011-sekarang.

  • Sekretaris Yayasan Darussalam Selokerto, Yogyakarta, 2011-sekarang.

  • Ketua Departmen Pendidikan, Yayasan Achmad Hasan Ali, Taliwang, NTB, 2010-sekarang.

  • Founder www.penulisbukubiografi.com, 2013 – sekarang

 

 

Istri      : dr. Nurlaili Muzayyanah, M.Sc, SPA

Anak   : Azzam Abdussalam

              Zulfa Athifah

              Nuha Qonitah

 

Motto Hidup : Agar Hidup Tak Berlalu Begitu Saja…!

Kata Terkait:

penulis biografi, contoh biografi penulis, biografi penulis, biografi penulis novel, biografi penulis terkenal, biografi penulis buku, penulis buku terkenal di indonesia

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *